Hari Santri 2026: Saatnya Santri Menguatkan Negeri melalui Ilmu, Teknologi, dan Kemandirian

GENDERANG | NASIONAL Kamis, 22 Oktober 2026 Peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk menegaskan peran santri dalam pendidikan, penguasaan teknologi, kemandirian ekonomi, dan pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas.

MPALH UNP Persiapkan Boat Rescue untuk Perkuat Keselamatan Wisata Perairan Danau Diatas

Mahasiswa Pencinta Alam dan Lingkungan Hidup (MPALH) Universitas Negeri Padang mempersiapkan pengembangan boat rescue untuk mendukung keselamatan wisata perairan Danau Diatas, Alahan Panjang, Kabupaten Solok. Inisiatif ini menjadi bagian dari persiapan pengajuan Proposal PPK Ormawa tahun 2027.

Inisiatif Mahasiswa

Persiapan Boat Rescue

MPALH UNP · Danau Diatas, Alahan Panjang, Kabupaten Solok

ALAHAN PANJANG, SOLOK — Mahasiswa Pencinta Alam dan Lingkungan Hidup (MPALH) Universitas Negeri Padang (UNP) mulai mempersiapkan pengembangan boat rescue sebagai sarana pendukung keselamatan di kawasan wisata perairan Danau Diatas, Nagari Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Inisiatif ini berangkat dari observasi awal yang menunjukkan bahwa belum tersedia boat rescue yang secara khusus dipersiapkan untuk mendukung kegiatan penyelamatan di kawasan tersebut. Kondisi ini mendorong MPALH UNP merencanakan pengembangan sarana yang diharapkan dapat menunjang kesiapsiagaan dalam menghadapi keadaan darurat.

Upaya tersebut direncanakan melalui kolaborasi dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabun di Nagari Alahan Panjang. Kemitraan ini diarahkan untuk menghubungkan pengembangan teknologi penyelamatan dengan kebutuhan kawasan wisata dan peningkatan kapasitas masyarakat setempat.

Menggandeng Tim B-NINE dalam Pengembangan Teknologi

Dalam mempersiapkan pembuatan boat rescue, MPALH UNP melibatkan Tim B-NINE yang memiliki pengalaman dalam pembuatan perahu berbahan fiberglass. Pengalaman tersebut menjadi bekal teknis untuk mendukung pengerjaan lambung, pengolahan material, dan penerapan teknik pembuatan perahu berbahan komposit.

Kolaborasi ini diarahkan untuk menghasilkan sarana penyelamatan yang dirancang sesuai dengan kebutuhan penggunaan. Proses pengembangannya tidak hanya mencakup pengerjaan fisik, tetapi juga memerlukan pemeriksaan dan pengujian teknis untuk mengevaluasi fungsi, stabilitas, serta aspek keselamatan perahu.

Pemeriksaan dan pengujian menjadi tahapan penting sebelum perahu dipertimbangkan untuk digunakan dalam kegiatan penyelamatan. Hasil evaluasi nantinya diperlukan sebagai dasar untuk menilai kesiapan teknologi berdasarkan peruntukan dan persyaratan keselamatan yang relevan.

Persiapan Menuju PPK Ormawa 2027

Persiapan boat rescue merupakan bagian dari inisiatif MPALH UNP dalam menyusun dan mengajukan Proposal Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) tahun 2027. Kesiapan teknologi dan dokumentasi proses pembuatan diharapkan dapat memperkuat rancangan kegiatan yang akan diajukan.

Program yang direncanakan bersama mitra tidak hanya berfokus pada penyediaan perahu. Kegiatan juga diarahkan untuk mencakup edukasi keselamatan perairan, peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan risiko dan penanganan awal keadaan darurat, penguatan kapasitas kelompok siaga, serta penyusunan prosedur operasional.

Perencanaan pengelolaan dan pemeliharaan sarana secara berkelanjutan turut menjadi perhatian. Pendekatan ini diperlukan agar teknologi yang dikembangkan nantinya dapat dikelola secara bertanggung jawab dan terintegrasi dengan upaya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.

Dukungan Pendanaan untuk Pengadaan Bahan dan Peralatan

Untuk mendukung proses persiapan, MPALH UNP memerlukan bantuan pendanaan dari Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Negeri Padang, khususnya untuk pengadaan bahan dan peralatan yang diperlukan dalam pembuatan boat rescue.

Dukungan pendanaan tersebut diharapkan dapat membantu kelancaran proses pembuatan dan persiapan teknis perahu sebelum teknologi diintegrasikan ke dalam rancangan program PPK Ormawa 2027. Dokumentasi proses pembuatan dan hasil pemeriksaan teknis juga diharapkan menjadi bagian dari bahan pendukung proposal.

Dengan persiapan yang terarah, tim dapat menyusun tahapan pengembangan secara lebih sistematis, mulai dari pengadaan bahan, pengerjaan konstruksi, hingga evaluasi teknis. Seluruh tahapan tersebut perlu disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan dan persyaratan keselamatan.

Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat untuk Keselamatan Wisata

Rencana kerja sama MPALH UNP, Tim B-NINE, dan Pokdarwis Kabun menjadi upaya untuk mempertemukan pengalaman mahasiswa, kemampuan teknis, dan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pengembangan sarana pendukung keselamatan wisata perairan di Danau Diatas.

Pengembangan boat rescue juga diarahkan agar berjalan seiring dengan peningkatan pengetahuan keselamatan, kesiapsiagaan, dan kemampuan pengelolaan sarana. Dengan demikian, keberhasilan program nantinya tidak hanya ditentukan oleh tersedianya perahu, tetapi juga oleh kesiapan operator, prosedur penggunaan, pemeliharaan, dan penerapan ketentuan keselamatan.

Melalui persiapan teknologi dan perencanaan pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi, MPALH UNP berharap dapat memperkuat substansi proposal PPK Ormawa tahun 2027 sekaligus mendukung upaya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat di kawasan wisata Danau Diatas, Alahan Panjang, Kabupaten Solok. (Ed: HNA)

GENDERANG

Menggaungkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk Membangun Bangsa

Kolaborasi mahasiswa dan masyarakat untuk mendukung keselamatan serta kesiapsiagaan wisata perairan.


TAGS
#MPALHUNP #UNPBerdampak #PPKOrmawa2027 #BoatRescue #KeselamatanWisata #WisataPerairan #DanauDiatas #AlahanPanjang #PokdarwisKabun #TimBNINE #MahasiswaBerdampak #PengabdianMasyarakat #SDG11 #SDG14 #SDG17