BERITA PENGABDIAN
RISET DAN INOVASI | UNIVERSITAS NEGERI PADANG
Pasaman Barat, Sumatera Barat | 2026
Pemanfaatan teknologi tepat guna menjadi salah satu langkah perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui Program Integrasi Prodi dan Nagari (PIPN) Tahun 2026, tim pengabdian Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Padang (UNP), mengembangkan filter air portabel untuk mendukung penyediaan air layak pakai bagi masyarakat Nagari Aia Gadang, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat.
Program yang dipimpin Dr. Eng. Ir. Nevy Sandra, S.T., M.Eng., IPM. ini melibatkan dosen, mahasiswa, dan pemerintah nagari sebagai mitra. Perangkat filter dikembangkan melalui Laboratorium Hidro Departemen Teknik Sipil UNP dengan kontribusi Dr. Ir. Yaumal Arbi, S.T., M.T.
Inovasi ini dirancang untuk membantu menangani persoalan kualitas air baku yang dapat menurun ketika musim hujan dan banjir, terutama akibat meningkatnya kekeruhan. Melalui pengolahan bertahap, air baku diharapkan dapat diproses sebelum digunakan sesuai peruntukannya.
Ketersediaan air layak pakai merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga kebersihan dan sanitasi. Karena itu, pengembangan perangkat yang dapat dipindahkan dan digunakan sesuai kebutuhan lapangan menjadi salah satu pendekatan yang ditawarkan tim pengabdian UNP.
Filter Bertingkat dalam Satu Unit Portabel
Perangkat yang dikembangkan mengintegrasikan pompa air, filter awal berbahan stainless steel, membran ultrafiltrasi, filter cartridge tiga tahap, serta toren penampung berkapasitas 600 liter. Seluruh komponen ditempatkan dalam satu rangka portabel agar unit lebih mudah dipindahkan sesuai kebutuhan penggunaan.
Air baku dialirkan melalui tahapan penyaringan sebelum ditampung di dalam toren. Konfigurasi ini dirancang untuk menggabungkan beberapa tahapan pengolahan dalam satu perangkat, sehingga pengoperasian dan penanganannya dapat dilakukan secara lebih terintegrasi.
Berdasarkan spesifikasi komponen, filter tahap pertama memiliki kapasitas nominal sekitar 8.000 liter per jam, sedangkan komponen ultrafiltrasi memiliki kapasitas nominal sekitar 2.000 liter per jam. Angka tersebut merupakan spesifikasi nominal komponen, bukan debit aktual keseluruhan unit. Kinerja sistem perlu ditentukan melalui pengujian pada konfigurasi akhir.
Pengujian debit dan kualitas air menjadi tahapan penting untuk mengetahui kemampuan perangkat dalam kondisi operasional. Hasil pengujian juga diperlukan untuk menentukan kesesuaian air hasil pengolahan dengan peruntukannya.
Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Pemerintah Nagari
Pengembangan teknologi ini memperlihatkan peran kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah nagari dalam merespons kebutuhan masyarakat. Selain Nevy Sandra dan Yaumal Arbi, tim pengabdian melibatkan Ir. Risma Apdeni, S.T., M.T., Ir. Fitra Rifwan, S.Pd., M.T., Rizky Indra Utama, S.T., M.T., Prima Zola, S.T., M.T., serta Elisa Maiyenti, S.T., M.Eng.
Kegiatan ini juga melibatkan dua mahasiswa, yaitu M. Rizki Saputra dan Randi Hidayat Putra. Dari pihak mitra, Jamaris, S.E., tercatat sebagai anggota mitra dalam tim pengabdian, sedangkan Pemerintah Nagari Aia Gadang menjadi mitra pelaksanaan program.
Penyerahan perangkat kepada mitra nagari turut dihadiri Kepala Departemen Teknik Sipil UNP, Ir. Faisal Ashar, Ph.D. Keterlibatan unsur perguruan tinggi dan pemerintah nagari diharapkan mendukung keberlanjutan pemanfaatan teknologi setelah tahap pengembangan.
Uji Kualitas Air dan Pendampingan Masyarakat
Agar teknologi dapat dimanfaatkan secara tepat, pengembangan perangkat perlu diikuti dengan pengujian, pelatihan, dan pendampingan. Rencana tindak lanjut program mencakup uji fungsi perangkat, pengujian kualitas air, penyelesaian prosedur operasi dan pemeliharaan, pelatihan operator lokal, serta pemantauan penggunaan alat.
Tahapan tersebut penting karena keberadaan filter tidak dengan sendirinya menjamin bahwa air hasil pengolahan aman untuk diminum. Kelayakan air perlu ditentukan berdasarkan hasil pengujian parameter kualitas yang relevan dan standar yang berlaku. Prosedur pemeliharaan juga perlu diperhatikan agar komponen penyaring dapat berfungsi sesuai spesifikasinya.
Melalui pendampingan, masyarakat dan mitra lokal diharapkan dapat memahami cara mengoperasikan perangkat, melakukan pemeliharaan rutin, serta mengetahui kapan komponen penyaring perlu dibersihkan atau diganti.
Teknologi Tepat Guna untuk Pembangunan Berkelanjutan
Program pengabdian ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 6, yaitu menjamin ketersediaan serta pengelolaan air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan.
Pengembangan filter air portabel di Nagari Aia Gadang menjadi contoh upaya menghubungkan pengetahuan dan teknologi perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat. Keberhasilannya akan ditentukan oleh kinerja perangkat, hasil pengujian kualitas air, kemudahan pemeliharaan, serta keberlanjutan pengelolaan bersama mitra.
Dengan kolaborasi antara kampus dan pemerintah nagari, inovasi teknologi tepat guna diharapkan tidak berhenti pada pembuatan perangkat, tetapi berlanjut pada pemanfaatan yang sesuai kebutuhan dan dapat dipertanggungjawabkan.
GENDERANG
Menggaungkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk Membangun Bangsa.