Riset & Pendidikan Tinggi
GENDERANG | Platform Informasi dan Diseminasi Pengetahuan
Universitas Negeri Padang (UNP) menempati posisi pertama di antara perguruan tinggi Sumatera Barat yang teridentifikasi dalam daftar H-Index AD Scientific Index. Pada daftar nasional yang diperiksa, UNP berada di peringkat ke-17 Indonesia dan ke-1.983 dunia.
Sementara itu, Universitas Syiah Kuala di Aceh menempati posisi teratas di antara perguruan tinggi di Sumatera yang teridentifikasi, dengan peringkat ke-16 Indonesia. Data ini berasal dari halaman Indonesia 2,208 Universities · H-Index Rankings pada AD Scientific Index.
Pemeringkatan tersebut menggunakan indikator H-Index. Selain peringkat nasional dan dunia, halaman institusi juga menampilkan Total H-Index sebagai indikator bibliometrik yang berkaitan dengan produktivitas publikasi dan sitasi ilmiah.
Sorotan Data
UNP Peringkat ke-17 Indonesia
Peringkat dunia: 1.983
Total H-Index: 8.353
Posisi di Sumatera Barat: pertama di antara institusi yang teridentifikasi dalam data yang diperiksa.
10 Perguruan Tinggi di Sumatera
Berdasarkan peringkat nasional yang terlihat pada tangkapan layar AD Scientific Index, berikut sepuluh perguruan tinggi di Sumatera dengan posisi nasional terbaik yang teridentifikasi. Urutan regional ini disusun berdasarkan peringkat Indonesia, bukan dengan mengurutkan ulang nilai Total H-Index.
| No. |
Perguruan Tinggi |
Provinsi |
Rank Indonesia |
Rank Dunia |
Total H-Index |
| 1 |
Universitas Syiah Kuala |
Aceh |
16 |
1.953 |
3.536 |
| 2 |
Universitas Negeri Padang |
Sumatera Barat |
17 |
1.983 |
8.353 |
| 3 |
Universitas Jambi |
Jambi |
31 |
2.762 |
2.869 |
| 4 |
Universitas Sumatera Utara |
Sumatera Utara |
32 |
2.819 |
2.336 |
| 5 |
Universitas Bengkulu |
Bengkulu |
37 |
2.950 |
1.804 |
| 6 |
Universitas Andalas |
Sumatera Barat |
38 |
3.161 |
7.943 |
| 7 |
Universitas Sriwijaya |
Sumatera Selatan |
40 |
3.180 |
1.292 |
| 8 |
Universitas Lampung |
Lampung |
50 |
3.592 |
1.649 |
| 9 |
Universitas Riau |
Riau |
51 |
3.605 |
1.424 |
| 10 |
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara |
Sumatera Utara |
54 |
3.687 |
1.114 |
Peringkat Perguruan Tinggi di Sumatera Barat
Di tingkat provinsi, Universitas Negeri Padang berada di posisi pertama di antara perguruan tinggi Sumatera Barat yang teridentifikasi dalam data yang diperiksa. Universitas Andalas berada di posisi berikutnya, disusul Universitas Bung Hatta dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.
| Rank Sumbar* |
Perguruan Tinggi |
Rank Indonesia |
Rank Dunia |
Total H-Index |
| 1 |
Universitas Negeri Padang |
17 |
1.983 |
8.353 |
| 2 |
Universitas Andalas |
38 |
3.161 |
7.943 |
| 3 |
Universitas Bung Hatta |
72 |
4.199 |
948 |
| 4 |
Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat |
77 |
4.338 |
753 |
Apa Itu AD Scientific Index?
AD Scientific Index atau Alper–Döğer Scientific Index merupakan platform independen untuk data akademik, pemeringkatan, analitik, dan dukungan pengambilan keputusan. Platform ini didirikan pada 2021 oleh Prof. Dr. Murat Alper dan Assoc. Prof. Dr. Cihan Döğer.
Platform tersebut menggunakan data pada tingkat peneliti sebagai dasar untuk menyajikan informasi kinerja akademik individu dan institusi. Sumber utama indikator bibliometriknya adalah profil peneliti yang tersedia secara publik di Google Scholar. Data identitas, rekam publikasi, dan afiliasi juga dapat diperiksa dengan dukungan sumber terbuka lain, seperti OpenAlex, ORCID, dan ROR, sesuai ketersediaan data.
AD Scientific Index menampilkan beberapa indikator, termasuk H-Index, i10-index, dan jumlah sitasi. Indikator tersebut dapat dilihat berdasarkan rekam karier keseluruhan maupun periode lima tahun terakhir, bergantung pada tampilan yang dipilih.
Peringkat bibliometrik merupakan salah satu sumber informasi mengenai kinerja ilmiah, bukan ukuran tunggal untuk menentukan mutu keseluruhan perguruan tinggi.
Metodologi Pemeringkatan
Pada halaman Indonesia 2,208 Universities · H-Index Rankings, AD Scientific Index menjelaskan bahwa institusi diurutkan berdasarkan Exact Rank untuk indikator dan cakupan wilayah yang dipilih. Dalam daftar yang menjadi dasar berita ini, indikator yang digunakan adalah H-Index dengan cakupan Indonesia.
Menurut dokumen metodologi AD Scientific Index, pemeringkatan institusi dibangun dari data peneliti yang terindeks dan terafiliasi dengan institusi. Untuk pemeringkatan institusi berdasarkan Total H-Index, perbandingan dilakukan melalui distribusi peneliti dalam kelompok persentil kinerja global secara berjenjang.
- Kelompok 10% teratas. Jumlah peneliti institusi pada kelompok ini dibandingkan terlebih dahulu.
- Kelompok 20%, 40%, 60%, 80%, dan 90%. Jika hasil kelompok sebelumnya sama, perbandingan dilanjutkan secara berurutan.
- Jumlah peneliti terindeks. Komponen ini menjadi pembanding terakhir apabila seluruh komponen persentil sebelumnya sama.
Metode tersebut menggunakan urutan prioritas, bukan menggabungkan seluruh komponen menjadi satu skor rata-rata berbobot. Oleh sebab itu, distribusi peneliti pada kelompok kinerja yang lebih tinggi dipertimbangkan terlebih dahulu sebelum jumlah peneliti secara keseluruhan.
H-Index sendiri merupakan indikator bibliometrik yang menghubungkan jumlah publikasi dengan sitasi yang diterima. Secara sederhana, seorang peneliti memiliki H-Index sebesar h jika mempunyai sekurang-kurangnya h publikasi yang masing-masing telah memperoleh minimal h sitasi.
Nilai Total H-Index yang ditampilkan untuk institusi perlu dibaca sebagai indikator tersendiri. Nilai tersebut tidak sama dengan peringkat nasional atau dunia, dan tidak dapat langsung ditafsirkan sebagai jumlah publikasi maupun skor mutu keseluruhan universitas.
Membaca Peringkat Secara Proporsional
Hasil pemeringkatan bibliometrik dapat menjadi salah satu referensi untuk melihat posisi relatif perguruan tinggi berdasarkan indikator publikasi dan sitasi. Bagi perguruan tinggi di Sumatera, data ini dapat mendukung evaluasi produktivitas penelitian, penguatan kolaborasi ilmiah, dan peningkatan visibilitas publikasi akademik.
Meski demikian, H-Index dipengaruhi oleh rekam publikasi, sitasi, karakteristik bidang ilmu, lama karier peneliti, cakupan data, dan jumlah peneliti yang terindeks. Peringkat juga tidak secara langsung mengukur kualitas pengajaran, orisinalitas penelitian, dampak sosial, maupun seluruh kontribusi perguruan tinggi.
Karena itu, pemeringkatan sebaiknya dibaca bersama informasi lain, seperti kinerja penelitian per bidang, relevansi publikasi, inovasi, kolaborasi, serta kontribusi hasil penelitian bagi masyarakat.
GENDERANG
Menggaungkan Ilmu, Menggerakkan Negeri.